Yayasan Rumah Impian Indonesia, berkolaborasi dengan Rotary Club of Jogja Merapi, telah menyelenggarakan workshop parenting bertajuk “Menguatkan Pola Asuh Tanpa Kekerasan: Dari Hukuman Fisik Menuju Disiplin Positif.” Acara berlangsung di Wisma Pojok Indah, Sleman, dan diikuti oleh 15 orangtua dari berbagai wilayah di sekitar Yogyakarta.
Latar Belakang: Menangani Maltreatment yang Tersembunyi
Workshop ini diselenggarakan sebagai respons atas masih maraknya praktik kekerasan, baik yang kasat mata maupun terselubung (maltreatment), dalam pengasuhan anak. Tujuannya adalah membekali orangtua dengan pemahaman dan keterampilan praktis disiplin positif, sebagai fondasi menciptakan rumah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter positif anak.
Sesi Interaktif dengan Keterampilan Praktis
Dipandu oleh praktisi pengasuhan anak Dr. Agnes Indar Etikawati, workshop berlangsung sangat interaktif. Acara diawali dengan sesi refleksi di mana orangtua berbagi harapan mereka untuk anak-anaknya, mengungkap keinginan bersama untuk membesarkan pribadi yang baik meski dihadapkan pada tantangan sehari-hari.
Materi inti berfokus pada mengenali dan menghindari maltreatment, dengan penekanan bahwa disiplin positif bertujuan untuk mengajarkan, bukan menghukum. Sesi interaktif utama melatih orangtua mengubah larangan negatif menjadi arahan positif. Contohnya, mengubah “Jangan main HP terus!” menjadi “Dek, boleh main HP, tapi setelah makan dan ganti baju dulu.”
Orangtua juga diperkenalkan pada teori perilaku sederhana: memberikan perhatian pada perilaku baik dan mengabaikan (bukan menghukum secara emosional) perilaku buruk yang ringan, agar anak belajar konsekuensi alami dari tindakannya.
Hasil dan Tanggapan Positif
Meski pre-test tidak terlaksana karena keterbatasan waktu, hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang konsep disiplin positif dan bentuk kekerasan terselubung. Peserta juga mampu memberikan contoh penerapan komunikasi positif.
Kehadiran mencapai 71% dari target awal (15 dari 21 orangtua), dengan ketidakhadiran terutama disebabkan kendala kesehatan dan urusan keluarga mendadak.
Pembelajaran dan Langkah Ke Depan
Workshop berhasil menciptakan ruang belajar yang aman bagi orangtua untuk merefleksikan pola asuh mereka. Terjadi pergeseran persepsi yang terlihat—dari fokus pada “hukuman” menuju “pengajaran” dalam mendisiplinkan anak.
Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya:
- Undangan dan konfirmasi keikutsertaan yang lebih intensif untuk meningkatkan partisipasi.
- Pembentukan grup pendukung (support group) online atau pertemuan lanjutan dalam 2-3 bulan ke depan untuk memantau penerapan dan mendiskusikan tantangan di rumah.
- Pengembangan materi workshop menjadi modul sederhana yang dapat dibawa pulang peserta.
- Perluasan jangkauan workshop serupa ke wilayah-wilayah lain.
Yayasan Rumah Impian Indonesia meyakini bahwa perubahan besar dimulai dari rumah. Pengasuhan penuh kasih tanpa kekerasan akan membantu anak tumbuh lebih kuat, berani, dan penuh harapan.
