Sore itu, Kamis, 12 Februari 2026, suasana Thyme Cafe terasa sedikit berbeda. Di salah satu sudut ruangan, tujuh orang duduk bersama—bukan sekadar untuk berbincang, tetapi untuk memastikan bahwa mimpi banyak anak tetap memiliki masa depan.
Pak Sammy, Ibu Anna, Pak Yosua, Ibu Yani, Ibu Dea, Ibu Damara, dan Asih berkumpul dalam Rapat Pengurus Yayasan Rumah Impian Indonesia. Pertemuan yang sederhana dalam suasana hangat ini menyimpan percakapan besar tentang komitmen, tanggung jawab, dan harapan.
Bukan Sekadar Rapat, Tapi Tradisi Komitmen
Rapat dibuka oleh Pak Sammy dengan satu gagasan penting: membangun tradisi bahwa rapat tahunan bukan hanya formalitas organisasi, tetapi sebagai ruang untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan, mengevaluasi langkah, dan menata arah ke depan.
Karena bagi Rumah Impian Indonesia, pelayanan bukan tentang berjalan cepat—melainkan berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Tentang Kepercayaan dan Keberlanjutan
Dalam diskusi yang jujur dan terbuka, disampaikan bahwa saat ini Dreamhouse didukung oleh donatur utama, KIA (Kerk In Actie). Dukungan ini bukan sekadar angka dalam laporan keuangan—melainkan bentuk kepercayaan yang memungkinkan anak-anak terus belajar, bertumbuh, dan bermimpi.
Namun para pengurus juga menyadari bahwa masa depan yang kuat membutuhkan fondasi yang lebih luas. Diversifikasi sumber pendanaan menjadi langkah penting agar pelayanan tidak hanya bertahan, tetapi berkembang.
Karena mimpi anak-anak tidak boleh bergantung pada satu pintu saja.
Mengembangkan Ruang, Mengembangkan Harapan
Salah satu pembahasan penting adalah pengembangan fasilitas pendidikan. Ruang belajar bukan hanya tentang bangunan fisik—tetapi tentang tempat di mana rasa percaya diri dibangun, karakter dibentuk, dan masa depan mulai dirancang.
Pengurus sepakat bahwa investasi pada fasilitas pendidikan adalah investasi pada generasi.
Transparansi: Fondasi Kepercayaan
Laporan keuangan 2025 disampaikan dengan terbuka kepada seluruh pengurus. Transparansi bukan hanya kewajiban administratif, tetapi bentuk penghormatan kepada setiap donatur, relawan, dan mitra yang telah mempercayakan dukungannya.
Setiap angka adalah cerita. Setiap laporan adalah bentuk tanggung jawab.
Bertumbuh Bersama, Maju Bersama
Rapat ini juga menegaskan pentingnya sinergi. Rumah Impian Indonesia bukan hanya milik satu atau dua orang—melainkan gerakan bersama.
Melalui jejaring pribadi, media sosial, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, para pengurus berkomitmen untuk semakin aktif memperkenalkan misi yayasan kepada lebih banyak orang.
Karena semakin banyak yang tahu, semakin banyak yang bisa terlibat.
Rapat sore itu mungkin berlangsung beberapa jam. Namun dampaknya akan terasa jauh lebih lama.
Di balik secangkir kopi dan percakapan hangat, ada komitmen besar yang diperbarui: menjaga mimpi anak-anak tetap hidup, menjaga pelayanan tetap transparan, dan menjaga harapan tetap menyala.
Yayasan Rumah Impian Indonesia melangkah ke tahun 2026 dengan satu keyakinan—bahwa masa depan dapat dibentuk, bersama.
