Terkadang, sebuah proses belajar tidak berhenti ketika pelajaran selesai. Kadang-kadang, pelajaran itu keluar dari ruang kelas, berjalan menuju tempat lain, dan akhirnya sampai ke tangan seseorang yang membutuhkan.
Hal itulah yang terjadi pada 27 Juli 2026, ketika perwakilan guru dan siswa Olifant School mengunjungi Yayasan Rumah Impian Indonesia.
Sebanyak 15 orang yang terdiri dari guru dan siswa Preschool dan Elementary Olifant School datang ke Rumah Impian dipimpin oleh Ibu Sunny E. Leatemia, S.Pd.
Mereka datang bukan dengan tangan kosong. Mereka membawa sembako, berbagai keperluan rumah tangga, serta furniture untuk dibagikan kepada Children Crisis Center (CCC). Namun, di balik barang-barang tersebut, ada sebuah cerita yang membuat kunjungan ini menjadi semakin bermakna.
Dari Belajar Menjadi Berbuat
Donasi yang dibawa oleh rombongan Olifant School merupakan hasil dari Community Service Entrepreneurship Program, yang melibatkan siswa Preschool dan Elementary.
Program ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal kewirausahaan sekaligus belajar mengenai tanggung jawab sosial.
Bagi anak-anak, kewirausahaan mungkin dengan mudah dipahami sebagai kegiatan membuat dan menjual sesuatu. Namun ada satu pertanyaan lain yang juga penting: Apa yang dapat kita lakukan dengan apa yang kita miliki?
Jawabannya tidak selalu harus tentang diri kita sendiri. Apa yang kita miliki juga dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi orang lain.
Melalui Community Service Entrepreneurship Program, para siswa mengalami sendiri bagaimana usaha dan pembelajaran mereka dapat menjadi sesuatu yang bermakna bagi orang-orang di luar lingkungan sekolah.
Apa yang mereka pelajari di ruang kelas kemudian menjadi sesuatu yang nyata: sembako yang dapat digunakan, kebutuhan rumah tangga yang dapat membantu kehidupan sehari-hari, dan furniture yang dapat membuat sebuah ruang menjadi lebih nyaman.
Belajar menjadi berbagi. Dan berbagi menjadi sebuah bentuk kepedulian.
Kehangatan di Children Crisis Center
Di Rumah Impian, rombongan Olifant School disambut oleh Yosua Lapudooh dari Yayasan Rumah Impian Indonesia bersama anak-anak dan pendamping Children Crisis Center.
Bagi anak-anak di CCC, kunjungan seperti ini bukan hanya tentang menerima barang donasi. Ini adalah kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang dari luar lingkungan mereka sehari-hari. Sebuah kesempatan untuk merasakan bahwa ada komunitas yang lebih luas yang peduli terhadap keberadaan dan masa depan mereka. Dan terkadang, mengetahui bahwa ada orang lain yang mengingat dan memperhatikan mereka adalah sebuah hal yang sangat berarti.
Children Crisis Center merupakan salah satu bentuk komitmen Rumah Impian dalam mendampingi anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Di CCC, anak-anak mendapatkan lingkungan yang aman serta dukungan yang holistik, termasuk pendidikan, pendampingan psikososial, layanan kesehatan, kegiatan rekreatif, dan advokasi.
Karena mendampingi anak tidak pernah hanya tentang memberikan sesuatu. Mendampingi anak adalah tentang menciptakan lingkungan di mana mereka dapat merasa aman, dihargai, dan memiliki harapan.
Mengajarkan Anak untuk Peduli
Ada sesuatu yang indah ketika melihat anak-anak belajar memberi. Sejak kecil, anak-anak belajar bertanya, mengeksplorasi, menciptakan sesuatu, dan menemukan apa yang dapat mereka lakukan.
Namun bertumbuh juga berarti perlahan-lahan menyadari bahwa dunia bukan hanya tentang aku. Ada orang lain. Ada kebutuhan orang lain. Ada cerita orang lain. Dan kita semua memiliki sesuatu yang dapat kita berikan.
Community Service Entrepreneurship Program dari Olifant School memberikan ruang bagi pembelajaran tersebut untuk menjadi nyata. Para siswa tidak hanya belajar tentang kewirausahaan sebagai sebuah cara untuk menciptakan nilai ekonomi. Mereka juga belajar bahwa kreativitas, usaha, dan inisiatif mereka dapat menciptakan nilai sosial.
Inil adaah salah satu bagian penting dari pendidikan. Karena ukuran keberhasilan belajar tidak selalu terlihat dari seberapa banyak seorang anak mengetahui sesuatu. Kadang-kadang, keberhasilan itu terlihat dari bagaimana ia memilih menggunakan apa yang telah dipelajarinya.
Lebih dari Sekadar Donasi
Sembako, kebutuhan rumah tangga, dan furniture yang dibawa oleh Olifant School tentu akan sangat bermanfaat bagi Children Crisis Center. Namun makna kunjungan ini jauh lebih besar daripada barang-barang tersebut.
Sumbangan barang dapat mengisi lemari. Sebuah furniture dapat mengisi ruangan. Makanan dapat mengisi meja. Tetapi sebuah perjumpaan dapat mengisi hati dengan sesuatu yang berbeda: perasaan bahwa kita tidak dilupakan. Itulah mengapa dukungan masyarakat sangat berarti.
Di Rumah Impian, kami percaya bahwa mendampingi anak adalah tanggung jawab bersama. Keluarga, sekolah, komunitas, organisasi, relawan, dan setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan di mana anak-anak dapat bertumbuh dan mengembangkan potensi mereka.
Perjalanan Rumah Impian sejak awal selalu berangkat dari keyakinan bahwa anak-anak tidak seharusnya menghadapi situasi sulit seorang diri. Dari pendampingan anak-anak yang hidup dan bekerja di jalan hingga berkembangnya Children Crisis Center dan Education Centers, perjalanan ini selalu merupakan upaya untuk berjalan bersama anak-anak dan percaya pada impian mereka.
Ketika Pendidikan Melahirkan Kepedulian
Kunjungan Olifant School mengingatkan kita pada sebuah hal yang sederhana namun penting: Pendidikan bukan hanya mempersiapkan anak untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi dirinya sendiri. Pendidikan juga harus mempersiapkan mereka untuk ikut membangun masa depan yang lebih baik bagi orang lain.
Terima kasih kepada seluruh siswa dan guru Olifant School yang telah mengubah proses belajar menjadi sebuah tindakan nyata.
Terima kasih telah datang, berbagi, dan mengizinkan Rumah Impian menjadi bagian dari perjalanan belajar kalian.
Kiranya pengalaman ini terus mengingatkan para siswa bahwa sekecil apa pun sebuah kebaikan, ia dapat menjadi berarti ketika diberikan dengan hati yang tulus.
Karena terkadang, sebuah pelajaran yang dipelajari di sekolah dapat menjadi hadiah dalam kehidupan orang lain. Dan terkadang, pendidikan terbaik dimulai ketika kita belajar bahwa apa yang kita miliki dapat menjadi berkat bagi orang lain.
Yayasan Rumah Impian Indonesia
We believe in every child’s dream.
The street is not for kids.
