Forum Anak: Mendengar Suara yang Sering Terabaikan

Sabtu pagi di Wisma Podjok Indah Condongcatur terasa berbeda. Tawa anak-anak dan remaja memenuhi ruangan sejak pagi hari, namun di balik canda dan permainan yang menghangatkan suasana, ada percakapan-percakapan penting yang perlahan mulai muncul—tentang sekolah, tentang mimpi, tentang rasa takut, dan tentang harapan.

Melalui kegiatan Forum Anak “Dialog Bersama Anak”, Yayasan Rumah Impian Indonesia membuka ruang bagi anak-anak dan remaja untuk berbicara tentang pendidikan sebagai hak yang seharusnya mereka miliki dan rasakan secara utuh.

Forum anak kali ini didukung oleh Rotary Club of Jogja Merapi (RCJM). Ibu Listi Wibowo hadir mewakili RCJM untuk memberikan kata sambutan sebelum diskusi dimulai.

Kegiatan ini dihadiri oleh anak-anak dan remaja dari berbagai wilayah dampingan, yaitu Children Crisis Center (CCC), Wonocatur, Tlukan, dan Sidomulyo. Mereka datang membawa cerita yang berbeda-beda, tetapi memiliki kebutuhan yang sama: didengar.

Forum ini bukan sekadar kegiatan diskusi formal. Bagi banyak anak, ruang seperti ini mungkin menjadi salah satu kesempatan langka di mana mereka merasa aman untuk menyampaikan isi hati tanpa takut dihakimi. Dalam kelompok-kelompok kecil, mereka mulai berbagi tentang pengalaman belajar, tantangan di sekolah, tekanan dari lingkungan, hingga impian sederhana yang ingin mereka capai di masa depan.

Ada anak yang bercerita tentang sulitnya fokus belajar karena kondisi rumah yang tidak mendukung. Ada yang mengungkapkan rasa minder karena tertinggal pelajaran. Ada juga yang dengan penuh semangat mengatakan bahwa mereka ingin tetap sekolah agar suatu hari dapat membantu keluarga mereka.

Percakapan-percakapan itu mengingatkan kita bahwa pendidikan bukan hanya soal hadir di ruang kelas. Pendidikan adalah tentang kesempatan untuk bertumbuh, merasa aman, dipercaya, dan memiliki harapan.

Dalam sesi pemantik dan diskusi bersama, anak-anak diajak untuk memahami bahwa pendidikan adalah hak mereka. Mereka juga didorong untuk berani menyampaikan pendapat dan terlibat aktif dalam membicarakan persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka sendiri.

Di tengah forum, terlihat bagaimana anak-anak perlahan mulai berani berbicara. Beberapa yang awalnya diam mulai mengangkat tangan. Yang tadinya hanya mendengarkan mulai menyampaikan pandangan mereka. Hal-hal kecil seperti ini sering kali menjadi langkah awal yang penting—bahwa suara mereka layak didengar.

Bagi Yayasan Rumah Impian Indonesia, mendampingi anak bukan hanya tentang menyediakan program atau bantuan sesaat. Pendampingan berarti berjalan bersama mereka, mendengarkan cerita mereka, dan memastikan bahwa mereka memiliki ruang untuk tumbuh sebagai pribadi yang utuh.

Forum Anak “Dialog Bersama Anak” menjadi pengingat bahwa anak-anak bukan sekadar penerima keputusan orang dewasa. Mereka memiliki suara, pengalaman, dan perspektif yang penting untuk didengarkan.

Dan mungkin, perubahan besar sering kali dimulai dari hal sederhana: ketika seorang anak merasa cukup aman untuk berkata, “Ini yang saya rasakan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.