Sebagai sebuah yayasan yang telah berjalan hampir dua dekade, tahun 2025 menjadi tahun refleksi dan akselerasi bagi Yayasan Rumah Impian Indonesia (Dream House). Perjalanan yang dimulai pada 2006 di Yogyakarta dari keprihatinan sederhana—memberikan tempat tidur yang hangat bagi anak-anak yang terpaksa tidur di jalanan—kini telah bertransformasi menjadi sebuah gerakan perlindungan anak yang lebih sistemis dan holistik.
Evolusi Fokus: Menjawab Tantangan Zaman
Awalnya, intervensi kami berpusat pada anak jalanan. Namun, pendampingan yang mendalam mengungkap akar masalah yang lebih dalam: kerentanan dalam keluarga. Di tahun 2025, kami mencatat pola yang mengkhawatirkan. Angka kekerasan terhadap anak—baik verbal, fisik, maupun seksual—terus meningkat. Yang lebih memilukan, banyak anak justru “didorong” ke jalan oleh keluarganya sendiri untuk mencari nafkah, sebuah bentuk eksploitasi dan penelantaran yang menggerus hak-hak dasar mereka.
Oleh karena itu, fokus kami bergeser dan mengkristal. Kami sekarang secara resmi berfungsi sebagai Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang menyasar anak membutuhkan perlindungan khusus (AMPK), khususnya korban eksploitasi, penelantaran, dan kekerasan.
Children Crisis Center: Ruang Penulihan dan Harapan
Salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kami adalah penguatan Children Crisis Center (CCC). CCC bukan panti asuhan. Ini adalah rumah aman (safe home) yang menjadi tempat perlindungan pertama bagi anak-anak yang dalam kondisi krisis dan terancam keselamatannya di lingkungan asalnya.
Setiap anak yang masuk ke CCC melalui proses asesmen dan konferensi kasus yang ketat oleh pekerja sosial kami. Di sini, mereka tidak hanya mendapat tempat tinggal, tetapi juga proses pemulihan trauma (trauma healing), pendampingan psikososial, dan fasilitasi untuk kembali ke sekolah. Tujuan utamanya adalah reunifikasi dengan keluarga jika memungkinkan, atau pendampingan jangka panjang hingga mereka mandiri.
Strategi Pencegahan: Membangun Kampung dan Champion
Kami percaya, perlindungan anak yang berkelanjutan harus dimulai dari hulu. Maka, sejak lama kami mengembangkan program Education Center di berbagai kampung rentan di DIY, seperti di Tlukan, Wonocatur, dan Sidomulyo. Pusat kegiatan ini menjadi titik temu kami dengan komunitas.
Melalui pendekatan fun learning untuk anak-anak, kami membangun kepercayaan. Dari sana, kami masuk dengan edukasi parenting dan sosialisasi empat hak dasar anak (hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi) kepada orang tua dan masyarakat.
Kebanggaan terbesar di tahun 2025 ini adalah melihat lahirnya “Champion” atau agen perubahan dari dalam komunitas itu sendiri. Mereka adalah orang tua atau warga yang telah sadar dan menjadi garda terdepan pencegahan kekerasan di lingkungannya. Keberadaan mereka memperkuat jejaring perlindungan anak secara alami.
Kolaborasi dan Kampanye Masif: Memperluas Dampak
Kami tidak bekerja sendiri. Kolaborasi adalah kunci. Tahun ini, sinergi dengan BK3S DIY yang diketuai oleh GKR Hemas dan Dinas Pendidikan DIY membuka pintu yang lebih lebar. Kami mendapatkan rekomendasi untuk melakukan kampanye anti-perundungan (bullying) dan kesadaran perlindungan anak di SMA-SMA se-DIY. Sambutan yang luar biasa dari sekolah-sekolah membuktikan bahwa kebutuhan akan edukasi ini sangat tinggi.
Kisah Transformasi: Mimpi yang Kembali Hidup
Suatu kebahagiaan tak terkira bagi kami ketika melihat anak-anak dampingan tumbuh menjadi pribadi yang berdaya. Dengan pendekatan personal, termasuk pemetaan potensi melalui tes minat bakat, kami membantu mereka merajut kembali impian. Dari anak jalanan menjadi staf keuangan yang andal di yayasan kami, dari korban eksploitasi menjadi koki berbakat di hotel berbintang, atau dari remaja putus sekolah menjadi calon penerima beasiswa ke luar negeri. Setiap kisah ini adalah pengingat akan mengapa kami memulai semua ini.
Pesan dan Harapan ke Depan
Kami akan selalu menyampaikan seruan ini: “Jalanan bukan tempat untuk anak.” Lindungi mereka dengan memenuhi hak dasarnya. Untuk orang tua, hadirlah secara penuh. Untuk masyarakat, jangan abai. Laporan dan kepedulian Anda dapat menyelamatkan masa depan seorang anak.
Tahun 2025 mengajarkan kami bahwa masalah semakin kompleks, tetapi jaringan kebaikan juga semakin luas. Kedepan, komitmen kami tetap: memperkuat kampanye yang lebih masif, mengembangkan lebih banyak champion komunitas, dan terus menjadi “rumah” dan teman bagi setiap anak yang kehilangan haknya untuk bermimpi.
